Halo Sobat Nyam-Nyam! Hari ini ada pembahasan menarik mengenai Gap Year nih. Mungkin teman-teman sekalian sering kali mendengar istilah ini dalam dunia pendidikan. Istilah simple yang biasa aku sebut dengan cuti dari dunia terstruktur yang kita jalani untuk beberapa waktu ke depan.
Tapi apa sih Gap Year itu sendiri menurut pengertian umum? jadi Gap Year sendiri adalah periode waktu yang biasanya terkait dengan kalender akademik, dimana seseorang siswa mengambil masa jeda untuk tidak melanjutkan pendidikan formal.
Nah kurang lebih begitulah pengertian dari Gap Year teman-teman. Jadi menurutku sendiri, Gap Year bukan sesuatu hal yang buruk. Mungkin di negara kita Gap Year sendiri masih sering dikonotasikan dengan istilah istilah negatif. Tidak bisa dipungkiri, 'penundaan' di negara ini merupakan suatu yang masih sangat sensitif di telinga, bahkan biasanya teman-teman Gap Year lebih senang bersembunyi atau menghilang dikarenakan munculnya pendapat dan tanggapan tanggapan yang tidak mengenakkan untuk di dengar. Padahal ya, tidak pernah ada yang namanya telat, terlambat, atau penundaan. Kita sebagai manusia, memiliki jalan kehidupan yang tentu saja berbeda dengan yang lainnya. Kita memiliki proses masing-masing. Yang penting inget jangan nyerah dan tetap fokus sama proses yang sedang kamu bangun.
Simak yuk beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi seseorang memutuskan untuk Gapyear:
1. Keadaan Ekonomi Keluarga yang Belum Signifikan.
Hayo, nggak boleh asal komentar dulu ke teman-teman yang Gapyear. Barangkali kamu lebih beruntung dikarenakan kondisi keuangan keluarga kamu lebih baik daripada mereka. Sehingga kamu tidak perlu mengambil cuti sementara. Biasanya dikarenakan keuangan di rumah yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan selama beberapa waktu, seseorang memutuskan untuk memilih cuti daripada keluar. Berharap di masa cuti mereka, mereka bisa membantu dan ikut memperbaiki apa yang menjadi permasalahan. Sobat Nyam Nyam yang Gap year, nggak usah malu ya. Kalian hebat dan keren kok! Positifnya, seseorang ini akan menjadi lebih mandiri dan lebih memahami diri sendiri. Semangat ya teman-teman! Jangan menyerah!
2. Tidak cocok dengan apa yang di lakukan sekarang.
Semisal, kamu sedang kuliah di jurusan Manajemen. Tapi ternyata setelah kamu jalani beberapa semester, kamu tidak menemukan titik terang tentang apa yang kamu pelajari. Kamu merasa, hanya ragamu yang berada di kelas. Tapi hati dan otakmu tidak. Don't worry, i have been there too! Menjalankan apa yang justru tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan memang terkadang malah menjadi suatu hal yang kurang baik jika terus di jalani. Kasarnya, kita sudah bayar mahal-mahal, tapi pengetahuan kita tidak bertambah. Atau lingkungan yang tidak sesuai juga salah satunya bisa memengaruhi. Berbeda lagi jika kita menyukai sesuatu, maka untuk berdiri di sampingnya, apapun bisa kita hadapi. Cieee. Eits bentar dulu, yang di maksud disini adalah jurusan ya, jangan salah dulu.
Jadi biasanya teman-teman memutuskan gap year karena merasa tidak cocok dengan apa yang mereka jalani sekarang. Kita bisa lihat salah satu contoh YouTuber Indonesia yang mempunyai konten pendidikan yaitu kak Zahid. Beliau juga diterima di ITB dan mengundurkan diri. Lalu memutuskan untuk mengambil gap year. Eh aku juga lho, bedanya dulu aku di UIN Jakarta dengan jurusan yang menurutku belum cocok denganku. Tapi teman-teman harus benar benar mempersiapkan segala perencanaan dulu ya. Karena keputusan ini merupakan suatu keputusan yang besar. Semangat sobat Nyam!
3. Menambah Skill
Kalian pernah dengar ada anak lulusan SMA/K, MAN, etc. Yang memutuskan untuk gapyear selama satu tahun untuk kursus bahasa? Biasanya mereka ingin kuliah di luar negeri sehingga harus ada persiapan bahasa asing. Ada juga teman teman dari akademi militer yang harus menyiapkan tes fisik sehingga bisa lolos dalam ujian yang akan di jalani. Malah keren kan kalau gap year yang dijalani untuk bisa menambah Skill ?
Jadi, kalau masih ada teman-teman yang menganggap gap year itu pengangguran. Tarik aja tangannya, suruh duduk di depan komputer atau laptop atau kasih hp. Dan suruh baca artikel ini.
Dan masih banyak lagi faktor lain seseorang memutuskan untuk Gap Year. Tapi apapun keputusan kalianaku harap kalian benar-benar tidak menyia-nyiakan waktu dan tenaga kalian untuk hal yang sia-sia. Semangat teman-teman.
With Pleasure,
L.


Mood banget baca ini, padahal mata sepet gara-gara abis ngerjain tugas tapi jadi seger lagi gara-gara author sobat nyam ini haha. Kalau gini caranya aku harus narik-narikin temen-temenku nih biar ga salah tanggep terkait apa itu gap year, huh! dan, biar jadi sobat nyam juga pastinya, biar authornya makin semangat dan rajin update! #plak
BalasHapus