Critical Thinking

Ilustration : Pinterest

 "Ada yang ingin ditanyakan?" 

Pernah nggak kalian mendengar pertanyaan ini keluar dari guru maupun narasumber setelah menyampaikan penjelasan? Pasti pernah dong. Ada beberapa teman yang pasti langsung mengangkat tangannya dan mulai mengajukan pertanyaan maupun pernyataannya di forum diskusi. Ada juga yang cuma main aman hanya mengikuti dan setuju dengan apa saja yang telah disampaikan. Kalian tahu nggak sih kemampuan bertanya itu merupakan sesuatu yang penting lho! Biasanya kita mengenalnya dengan istilah Critical Thinking. 

Apa sih sebenarnya Critical Thinking itu? Menurut salah satu Educational Reformer dari US, John Dewey Critical Thinking is a reflective thinking is an active, persistent and careful consideration of any belief or supposed form of knowledge in the light of the grounds that support it, and the further conclusions to which it end. Atau dalam pengertian umumnya, critical thinking adalah berfikir kritis dalam memandang suatu hal. 

Tidak bisa kita pungkiri di negara kita berfikir kritis atau Critical Thinking ini masih menjadi hal yang terdengar "menyebalkan" dari berbagai kalangan. Orang yang memiliki pikiran kritis tersebut sering kali dicap sebagai orang yang "banyak bertanya" atau "si sok tahu". Padahal seharusnya kalau kita tilik lebih dalam, orang bertanya karena memang orang itu tidak paham. Dan dia ingin paham dengan cara bertanya, menggali info dari apa yang telah disampaikan agar informasi yang ia terima sekiranya lebih mudah dipahami. Walau tidak bisa kita salahkan juga, masih banyak teman-teman kita yang bertanya hanya sebatas agar dapat penilaian lebih atau buruknya menguji teman sendiri. Itu sih, aku juga tidak setuju. Tapi ya pokok pembahasan ini, aku harap teman-teman semua bertanya bukan karena menguji (kecuali kalian dosen penguji) tapi karena benar-benar ingin tahu. 

Salah satu faktor yang membuat seseorang tidak memiliki critical thinking adalah inherited opinion atau believing something because someone told you so. Hal ini sering terjadi dikarenakan kita sendiri tidak tahu dasar atas sesuatu yang kita lakukan. Kita hanya melakukan sesuatu atau memercayai suatu opini dikarenakan seseorang melakukannya atau mengatakannya. Hal yang menurut orang banyak sudah lumrah untuk dilakukan. Padahal dengan seperti itu seseorang tidak memiliki kemerdekaan dalam berfikir. 

Critical Thinking ini adalah sebuah skill yang sangat penting. Bukan hanya di dunia pendidikan melainkan pekerjaan juga. Menurut World Economic Forum berfikir kritis akan menjadi skill paling dicari no.2 setelah kemampuan menyelesaikan  masalah kompleks. Beberapa manfaat yang kamu bisa dapat salah satunya jika mempunyai skill ini:

a. Kebebasan dalam berfikir

b. Percaya diri 

c. Open minded

d. Memahami literasi

e. Mengurangi diri dari manipulasi atau berita hoax lainnya. 

Lantas apa saja sih hal yang bisa bikin skill critical thinking kamu bertambah? Simak yuk!

1. Gali informasi dengan banyak literasi

2. Menurut Jordan Peter salah satu kanal youtube favorit saya, menulis bisa membantu mengasah skill critical thinking kita.

3. Sering berdiskusi

4. Menganalisa dan Mengidentifikasi setiap informasi yang masuk dengan baik. 

Nah kira-kira begitulah pembahasan tentang Critical Thinking kita hari ini. Critical thinking ini merupakan kemampuan yang butuh proses, jadi nikmati saja dan terus asah kemampuanmu. Semoga ini bermanfaat! 

Coba komen ya, menurut kalian, kalian sudah memiliki kemampuan ini belum? 


Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Critical Thinking"